Pertanyaan

Bagaimana pandangan Islam tentang laki-laki yang berperilaku menjadi wanita (bencong) dan sebaliknya (tomboy)? Triyas Lufi mahasiswi FP Agribisnis  kelas N  tahun 2014

 

Jawaban

Haram hukumnya seorang lelaki berperilaku seperti wanita (menjadi banci/waria/wadam) sebagai mana haram pula wanita berperilaku seperti lelaki (menjadi tomboi). Dalil yang menunjukkan diantaranya adalah hadis berikut ini;

 

صحيح البخاري (18/ 239)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

 

Dari Ibnu Abbas beliau mengatakan, Rasulullah صلى الله عليه وسلم melaknat para lelaki yang menyerupai wanita, dan para wanita yang menyerupai laki-laki (H.R.Bukhari)

 

Adanya laknat Rasulullah صلى الله عليه وسلم terhadap para lelaki banci dan para wanita banci sebagaimana yang dinyatakan dalam hadis di atas adalah qorinah/indikasi yang jelas haramnya berperilaku banci maupun tomboi. Sifat banci maupun tomboi bukan sifat bawaan/fitri, karena Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah melaknatnya.  Perbuatan apapun yang dilaknat Rasulullah صلى الله عليه وسلم semuanya bermakna haram, dan melakukannya dihukumi berdosa. Tidak mungkin sesuatu yang dihukumi dosa  adalah hal-hal bawaan/fitri manusia. Apa yang dihukumi dosa mestilah perbuatan yang bersifat pilihan, yang mana manusia bisa memilih melakukannya atau meninggalkannya.

Dalam kitab Nailul Author, Asy-Syaukani menjelaskan keharaman menjadi banci/tomboi sebagai berikut;

نيل الأوطار (6/ 230)

قَوْلُهُ: (لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ. . . إلَخْ) فِيهِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّهُ يَحْرُمُ عَلَى الرِّجَالِ التَّشَبُّهُ بِالنِّسَاءِ، وَعَلَى النِّسَاءِ التَّشَبُّهُ بِالرِّجَالِ فِي الْكَلَامِ وَاللِّبَاسِ وَالْمَشْيِ وَغَيْرِ ذَلِكَ

Sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai..dst”, di dalamnya mengandung dalil bahwa haram hukumnya bagi para lelaki untuk menyerupai wanita, dan haram bagi para wanita untuk menyerupai lelaki, baik dalam hal (gaya) bicara, (cara) berpakaian, (cara) berjalan, dan sebagainya (Nail Al-Author. Vol.6, hlm 230). Wallahu’alam.